Tak Berhenti pada Fase Tanggap Darurat, Muhammadiyah NTB Kembali Turunkan 15 Relawan untuk Pemulihan NTT
![]() |
| Pelepasan 15 relawan kemanusiaan yang tergabung dalam tim MDMC dan LAZISMU menuju NTT di kantor PW Muhammadiyah NTB. |
Mataram, zonarakyat.com.-Muhammadiyah NTB kembali bergerak untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Manggarai Timur – NTT. Tidak berhenti pada fase tanggap darurat, kali ini Muhammadiyah NTB melalui LAZISMU dan Lembaga Resiliensi Bencana/Muhammadiyah Disaster Management Center (LRB/MDMC) Wilayah NTB kembali menurunkan 15 relawan kemanusiaan untuk mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Lima belas relawan yang tergabung dalam tim MDMC dan LAZISMU tersebut akan menjalankan misi kemanusiaan mulai 3 September hingga 5 Oktober 2026.
Pengiriman relawan tahap kedua ini melanjutkan misi sebelumnya. Pada tahap pertama, Muhammadiyah NTB telah menurunkan 12 relawan yang berasal dari Rumah Sakit Muhammadiyah Bima, LAZISMU Kabupaten Bima, dan MDMC Wilayah NTB.
Kali ini, Muhammadiyah NTB tidak hanya mengirimkan relawan, tetapi sejumlah bantuan logistik juga disiapkan untuk masyarakat terdampak, diantaranya 100 paket Family Kit, 100 paket School Kit, Puluhan terpal, Tikar, Selimut serta Kebutuhan Pangan lainnya.
Menariknya, meskipun donasi yang berhasil dihimpun LAZISMU NTB masih berkisar Rp98 jutaan, melalui kolaborasi program penyaluran dan jaringan Muhammadiyah, nilai logistik yang dibawa untuk masyarakat terdampak diperkirakan mencapai lebih dari Rp200 juta.
Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTB, Dr. Ruslan Abdul Gani, MH, dalam pelepasan relawan berpesan agar tim kemanusiaan tidak hanya hadir membawa bantuan, tetapi juga membawa sikap dan nilai kemanusiaan.
Para relawan diminta menjaga sikap, menghormati adat istiadat masyarakat setempat, serta melayani masyarakat terdampak dengan keramahan dan senyuman. Menurutnya, di balik musibah yang terjadi, terdapat kepedulian besar dari sesama manusia yang datang dari berbagai daerah.
“Musibah ini hendaknya juga kita lihat sebagai bagian dari kasih sayang Tuhan. Di tengah kesulitan, semakin banyak saudara dari berbagai penjuru yang datang dan peduli kepada masyarakat NTT,” pesannya.
Sementara itu, Ketua LAZISMU NTB, Wiryandinata, ST. M.Si, menekankan pentingnya kekompakan seluruh relawan dalam menjalankan misi.
“Relawan harus tetap kompak dan satu visi, yaitu membantu memulihkan kondisi masyarakat terdampak semaksimal mungkin,” ujarnya.
Di tengah padatnya aktivitas kemanusiaan, ia juga mengingatkan para relawan untuk tetap menjaga ibadah dan kekuatan spiritual.
Pesan lainnya sederhana, tetapi menjadi semangat yang dibawa dalam perjalanan tersebut: hadir untuk membawa kabar bahagia.
Kehadiran relawan, menurutnya, harus membuat masyarakat terdampak merasa bahwa mereka tidak sendiri.
Dengan kembali diberangkatkannya 15 relawan pada tahap kedua, Muhammadiyah NTB menegaskan bahwa respons terhadap bencana tidak berhenti ketika masa tanggap darurat berakhir.
Pemulihan membutuhkan waktu, masyarakat membutuhkan pendampingan, dan ketika proses itu masih berlangsung, Muhammadiyah NTB memilih untuk tetap bergerak. Bukan hanya membawa logistik, tetapi juga membawa harapan. (ZR5)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar