• Breaking News

    Visitasi Akreditasi MIS Palama, Asesor Dorong Penguatan Mutu Layanan Pendidikan

    Foto bersama Tim Asesor dengan Kepala Sekolah dan Guru MIS Palama Donggo Kabupaten Bima.

    Bima, zonarakyat.com.-
    Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Palama Donggo Bima menjalani visitasi akreditasi yang dilaksanakan selama dua hari, tanggal 4–5 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi madrasah untuk melakukan evaluasi sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.

    Visitasi akreditasi dilakukan oleh tim asesor, Assoc. Prof. Dr. Ihlas, S.Pd.I.,M.Pd. dan Dr.Wahyu Mulyadin, M.Pd.I. Proses visitasi mencakup penilaian terhadap berbagai aspek penyelenggaraan pendidikan, termasuk tata kelola satuan pendidikan, proses pembelajaran, pengelolaan sarana dan prasarana, serta berbagai komponen pendukung mutu lainnya.

    Kepala MIS Palama, Ahmad, S.Pd.I., menyambut baik pelaksanaan visitasi tersebut. Ia berharap kehadiran tim asesor dapat memberikan motivasi sekaligus perspektif baru bagi madrasah dalam meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan.
    “Semoga dengan kehadiran asesor bisa menjadi motivasi untuk meningkatkan mutu layanan terbaik. Arah dan masukan asesor menjadi dasar perbaikan sekolah kita,” ujar Ahmad.

    Menurutnya, proses akreditasi harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk melihat kembali berbagai kekuatan dan kekurangan yang dimiliki madrasah. Hasil evaluasi tersebut selanjutnya akan menjadi bahan bagi pihak sekolah untuk melakukan pembenahan secara bertahap dan berkelanjutan.
    “Kami tentu sangat terbuka terhadap arahan dan masukan dari para asesor. Apa yang menjadi catatan dan rekomendasi akan kami jadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki apa yang masih kurang dan mempertahankan hal-hal yang sudah baik,” tambahnya.

    Ahmad juga menyampaikan bahwa peningkatan mutu pendidikan membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh warga madrasah. Karena itu, ia berharap proses akreditasi dapat semakin mendorong guru dan tenaga kependidikan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada peserta didik.

    Sementara itu, asesor Dr. Ihlas, S.Pd.I., M.Pd. menyampaikan bahwa akreditasi pada hakikatnya bukan sekadar proses untuk memperoleh predikat atau nilai, tetapi merupakan instrumen untuk melihat kondisi nyata satuan pendidikan dan mendorong terjadinya perbaikan mutu.
    “Visitasi ini harus dimaknai sebagai proses evaluasi dan refleksi bagi sekolah. Yang paling penting bukan hanya bagaimana sekolah memenuhi dokumen akreditasi, tetapi bagaimana seluruh proses tersebut berdampak pada peningkatan mutu pembelajaran dan layanan kepada peserta didik,” jelasnya.

    Menurut Dr. Ihlas, sekolah perlu menjadikan hasil evaluasi sebagai dasar untuk menyusun langkah-langkah perbaikan yang realistis dan berkelanjutan. Budaya mutu harus dibangun melalui komitmen bersama seluruh warga sekolah.

    Hal senada disampaikan asesor Dr. Wahyu Mulyadin, M.Pd.I. Ia menekankan pentingnya sekolah tidak berhenti pada pemenuhan administrasi, tetapi memastikan bahwa tata kelola dan proses pembelajaran benar-benar memberikan manfaat bagi peserta didik.
    “Akreditasi bukan tujuan akhir. Yang lebih penting adalah bagaimana hasil evaluasi ini menjadi dasar bagi sekolah untuk terus memperbaiki diri, meningkatkan kualitas pembelajaran, mengoptimalkan sarana dan prasarana, serta memberikan layanan pendidikan yang semakin baik,” ungkapnya.

    Ia juga mendorong pihak madrasah untuk terbuka terhadap masukan selama proses visitasi. Menurutnya, setiap rekomendasi yang diberikan asesor hendaknya dipandang sebagai bahan penguatan dan pengembangan madrasah ke depan.

    Pelaksanaan visitasi akreditasi MIS Palama selama dua hari tersebut diharapkan menghasilkan gambaran objektif mengenai capaian dan kondisi satuan pendidikan sekaligus rekomendasi yang dapat ditindaklanjuti.

    Dengan demikian, akreditasi diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan penilaian administratif, tetapi menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu yang terus dilakukan MIS Palama demi memberikan layanan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik, orang tua, dan masyarakat. (ZR3)

    Tidak ada komentar