Di Tengah Era Teknologi, Mentoring AIK UM Bima Tekankan Pentingnya Generasi Unggul, Berilmu dan Berkarakter

Kegiatan Mentoring Al Islam dan Kemuhammadiyahan bagi mahasiswa FKIK UM Bima, Kamis (8/10/2026) di Masjid KH Haedar Nasir Kampus II UM Bima.
Kota Bima, zonarakyat.com.-Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (LPP AIK) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) kembali menggelar Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) bagi mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK), Kamis (8/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Masjid K.H. Haedar Nasir, Kampus II UM Bima, tersebut menjadi bagian dari program pembinaan AIK yang secara rutin dilaksanakan bagi mahasiswa UM Bima.
Mentoring kali ini menghadirkan Dr. Abdurrahman Yusuf, M.Pd.I. sebagai narasumber dengan mengangkat tema “Membangun Generasi Unggul, Berilmu, Berakhlak Islami dan Spiritualitas.”
Ketua LPP AIK UM Bima, Dr. Anwar Sadat, M.Pd.I., mengatakan Mentoring AIK merupakan kegiatan wajib bagi mahasiswa yang dilaksanakan setiap tahun.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembinaan mahasiswa agar tidak hanya memiliki kemampuan akademik sesuai bidang keilmuan, tetapi juga memiliki pemahaman keislaman dan Kemuhammadiyahan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Mentoring AIK juga menjadi bagian dari pembinaan mahasiswa FTIK dalam mempersiapkan diri menjadi lulusan yang memiliki kompetensi akademik sekaligus karakter dan spiritualitas. Dalam ketentuan kegiatan, kehadiran mahasiswa FTIK pada Mentoring AIK menjadi salah satu syarat untuk mengikuti KKN dan wisuda.
Sementara itu, Dekan FTIK UM Bima, Dr. Syarifuddin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kegiatan tersebut bagi mahasiswa FTIK.
Ia menyebut Mentoring AIK memiliki manfaat besar dalam membangun dan membina karakter serta spiritual mahasiswa.
Menurutnya, mahasiswa FTIK tidak cukup hanya dibekali kemampuan di bidang teknologi dan ilmu komputer. Di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat, mahasiswa juga membutuhkan fondasi karakter dan spiritualitas agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bertanggung jawab.
Generasi Unggul Harus Terus Belajar
Dalam penyampaian materinya, Dr. Abdurrahman Yusuf, M.Pd.I., mengajak mahasiswa FTIK menjadi generasi yang terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan diri.
Ia menegaskan bahwa mahasiswa boleh berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis justru diperlukan agar generasi muda mampu membaca perubahan, menganalisis persoalan, dan mengambil keputusan secara tepat.
Namun, menurutnya, berpikir kritis harus tetap berjalan bersama nilai-nilai agama dan karakter.
"Generasi yang unggul adalah generasi yang terus belajar. Jangan pernah berhenti untuk menambah ilmu dan memperbaiki diri," ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa keunggulan seorang mahasiswa tidak semata-mata diukur dari tingginya ilmu pengetahuan atau prestasi akademik. Kesadaran menjalankan ibadah menjadi bagian penting dari pembentukan pribadi yang unggul.
Abdurrahman mengingatkan mahasiswa agar tidak terjebak pada orientasi akademik semata.
"Percuma mempunyai ilmu yang tinggi kalau tidak mengerjakan salat," tegasnya.
Menurutnya, ilmu harus melahirkan perubahan dalam perilaku. Pengetahuan yang dimiliki mahasiswa harus mampu mendorong lahirnya sikap yang lebih baik, produktif, disiplin, dan amanah.
"Yang penting adalah bagaimana ilmu itu mengubah perilaku kita menjadi lebih produktif dan amanah," katanya.
Karakter Menjadi Fondasi Keunggulan
Lebih lanjut, Abdurrahman menekankan bahwa karakter merupakan salah satu fondasi utama dalam membangun generasi unggul.
Menurutnya, kecerdasan tanpa karakter dapat kehilangan arah. Karena itu, pembentukan karakter Islami harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan mahasiswa. "Karakter itu melahirkan keunggulan," ujarnya.
Ia mendorong mahasiswa FTIK agar mampu memadukan ilmu pengetahuan, kemampuan berpikir kritis, karakter, dan kesadaran beribadah. Perpaduan tersebut dinilai penting agar mahasiswa tidak hanya sukses secara akademik dan profesional, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral dan spiritual.
Pesan tersebut menjadi semakin relevan bagi mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer yang berada di tengah perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan yang berlangsung sangat cepat.
Mahasiswa dituntut mampu menguasai teknologi, tetapi pada saat yang sama harus memiliki nilai dan prinsip dalam menggunakan ilmu serta teknologi tersebut.
Melalui Mentoring AIK, UM Bima mendorong mahasiswa agar mampu menjadi generasi yang unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan, kuat dalam karakter, serta memiliki kesadaran spiritual dalam menjalani kehidupan.
"Semoga kita menjadi generasi yang unggul di dunia dan di akhirat," pungkas Abdurrahman.
Kegiatan Mentoring AIK FTIK UM Bima tersebut diikuti mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer. Program ini menjadi bagian dari komitmen LPP AIK UM Bima dalam memperkuat pembinaan keislaman dan Kemuhammadiyahan di seluruh fakultas di lingkungan UM Bima. (ZR3)



.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar