• Breaking News

    HM Syathur H Ahmad: Intelektualitas dan Spiritualitas Kunci Kesuksesan

    Pemateri dalam kegiatan Mentoring FTIK UM Bima, HM Sathur H Ahmad.

    Kota Bima, zonarakyat.com.-
    Intelektualitas dan spiritualitas merupakan dua pilar penting dalam membangun kesuksesan hidup. Keduanya harus berjalan beriringan melalui kebiasaan belajar, membaca, dan memperkuat ibadah kepada Allah SWT.

    Pesan tersebut disampaikan Drs. K.H. M. Syathur H. Ahmad saat mengisi kegiatan Mentoring Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) di Masjid Haedar Nashir, Kampus II UM Bima, Jumat (16/10/2026).

    Dalam materinya, ia menegaskan bahwa peningkatan kuaUM  omah litas diri tidak terjadi secara instan. Dibutuhkan kesungguhan dan konsistensi dalam membangun kebiasaan positif, terutama melalui kegiatan belajar, membaca, dan mendirikan salat malam.

    Belajar menjadi jalan untuk memperluas wawasan dan meningkatkan kemampuan berpikir. Membaca membantu mempertajam pemahaman, sedangkan salat malam menjadi salah satu ikhtiar untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
    “Intelektualitas dan spiritualitas adalah kunci kesuksesan. Teruslah belajar, jangan malas membaca, dan jangan tinggalkan salat malam,” demikian pesan yang ditekankan dalam materi mentoring tersebut.

    Menurutnya, kecerdasan intelektual perlu disertai kekuatan spiritual agar ilmu yang dimiliki dapat digunakan secara bijaksana. Ilmu pengetahuan harus membentuk pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga rendah hati, ikhlas, berakhlak mulia, dan mampu memberikan manfaat kepada orang lain.

    Kesuksesan, lanjutnya, tidak semata-mata diukur dari jabatan, pencapaian akademik, atau kedudukan sosial. Kesuksesan juga tercermin dari kedalaman ilmu, kekuatan iman, kemuliaan akhlak, serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

    Sementara itu, Dekan FTIK UM Bima, Assoc. Prof. Dr. Syarifuddin, M.Pd., dalam sambutannya menegaskan pentingnya Al-Islam dan Kemuhammadiyahan sebagai fondasi pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA).

    “AIK adalah ruh dari PTMA. Karena itu, AIK tidak boleh dipandang hanya sebagai kegiatan formalitas atau mata kuliah semata, tetapi harus menjadi landasan dalam membentuk karakter, pola pikir, dan perilaku seluruh sivitas akademika,” tegas Syarifuddin.

    Menurutnya, penguatan AIK menjadi bagian penting dalam mewujudkan lulusan yang tidak hanya unggul dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi juga memiliki integritas, kepribadian Islami, serta komitmen terhadap nilai-nilai Persyarikatan Muhammadiyah.

    Ia berharap kegiatan mentoring AIK dapat menjadi ruang pembinaan yang mendorong mahasiswa memahami sekaligus mengamalkan nilai-nilai Islam dan Kemuhammadiyahan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat.

    Menyeimbangkan Kecerdasan dan Keimanan
    Kegiatan Mentoring AIK ini menjadi bagian dari upaya UM Bima dalam memperkuat pembinaan keislaman dan karakter mahasiswa. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa diharapkan mampu menyeimbangkan pengembangan kapasitas akademik dengan pembentukan spiritualitas dan akhlak.

    Pesan yang disampaikan Drs. H. M. Syathur H. Ahmad selaras dengan penegasan Dekan FTIK bahwa pendidikan di lingkungan PTMA tidak cukup hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga harus membangun kepribadian yang berlandaskan nilai-nilai Islam.

    Dengan membiasakan diri untuk terus belajar, memperluas wawasan melalui membaca, serta menjaga kualitas ibadah, mahasiswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, dan berkemajuan.

    Pada akhirnya, keberhasilan pendidikan tidak hanya terlihat dari seberapa tinggi ilmu yang dikuasai, tetapi juga dari bagaimana ilmu tersebut membentuk akhlak dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia. (ZR3)

    Tidak ada komentar