UM Bima Gelar Asesmen Lapangan ISK Prodi PAI, Rektor Tegaskan Komitmen Mutu dan Targetkan Predikat Unggul

Kegiatan Asesmen Lapangan ISK Prodi Pendidikan Agama Islam Fakuktas Agama Islam UM Bima, Rabu (21/10/2026).
Kota Bima, zonarakyat.com.-Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) menggelar Asesmen Lapangan (AL) Instrumen Suplemen Konversi (ISK) Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI), Fakultas Agama Islam (FAI), Rabu (21/10/2026). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Dosen Kampus I UM Bima tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat penjaminan mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Asesmen lapangan berlangsung selama dua hari, 21–22 Oktober 2026, dengan menghadirkan tim asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), yakni Prof. Dr. H. Mashudi, M.Pd. sebagai Asesor 1 dan Dr. Mochamad Iskarim, S.Pd.I., M.S.I. sebagai Asesor 2. Turut hadir Dr. Ahmad Arifi, M.Ag., dari Majelis Akreditasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., pimpinan universitas, Dekan dan Wakil Dekan FAI, Ketua Program Studi PAI, serta dosen Program Studi PAI UM Bima.
Dalam sambutan pembukaan, Rektor UM Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., menegaskan bahwa asesmen lapangan tidak semata-mata dipandang sebagai proses evaluasi untuk memperoleh predikat akreditasi, tetapi juga menjadi sarana refleksi objektif terhadap mutu penyelenggaraan program studi.
“Proses asesmen lapangan ini kami pandang bukan sekadar ajang evaluasi untuk meraih angka atau predikat akreditasi semata, melainkan sebagai cermin objektif untuk melihat sejauh mana kurikulum, riset, pengabdian, dan tata kelola yang kami jalankan telah memenuhi standar mutu nasional dan kebutuhan zaman,” ungkapnya.
Menurut Ilyas, Program Studi PAI memiliki posisi strategis dalam pengembangan pendidikan di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan 'Aisyiyah (PTMA). Prodi PAI tidak hanya berorientasi pada pencetakan tenaga pendidik agama, tetapi juga berperan penting dalam menginternalisasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) serta melahirkan generasi intelektual yang berkemajuan.
Ilyas juga menyoroti pentingnya transformasi pendidikan tinggi di tengah perkembangan teknologi dan digitalisasi. Program Studi PAI didorong untuk memperkuat integrasi ilmu, menerapkan pendekatan pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), serta meningkatkan produktivitas penelitian dosen dan mahasiswa.
“UM Bima senantiasa berkomitmen untuk menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi secara berkelanjutan (continuous quality improvement),” tegasnya.
Dekan FAI Apresiasi Bimbingan dan Arahan Tim Asesor
Dekan Fakultas Agama Islam UM Bima, Dr. Ruslan, M.Ag., M.Pd., menyampaikan terima kasih kepada tim asesor atas bimbingan, arahan, serta masukan yang diberikan selama pelaksanaan asesmen lapangan.
Menurutnya, proses asesmen tersebut menjadi kesempatan penting bagi FAI, khususnya Program Studi PAI, untuk memperoleh perspektif dan rekomendasi dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan serta meningkatkan mutu program studi secara berkelanjutan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh tim asesor atas bimbingan dan arahan yang telah diberikan kepada kami. Insyaallah, seluruh masukan dan rekomendasi tersebut sangat bermanfaat bagi Fakultas Agama Islam, khususnya Program Studi Pendidikan Agama Islam UM Bima, untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan,” ujar Ruslan.
Ia berharap, hasil asesmen lapangan tidak hanya menjadi bahan evaluasi administratif, tetapi juga mendorong penguatan budaya mutu, peningkatan kualitas pembelajaran, serta pengembangan tridarma perguruan tinggi di lingkungan FAI UM Bima.
Selama proses asesmen, seluruh tim kerja berkomitmen bersikap kooperatif dan transparan dalam menyajikan data serta mengonfirmasi bukti-bukti pendukung. Pihak universitas juga terbuka terhadap berbagai arahan, masukan, dan rekomendasi dari tim asesor sebagai bahan perbaikan dan pengembangan program studi ke depan.
Rangkaian kegiatan asesmen lapangan ditutup oleh Wakil Rektor III UM Bima, Dr. Hajairin, M.H. Dalam sambutan penutupan, ia menegaskan komitmen universitas untuk menindaklanjuti seluruh rekomendasi tim asesor sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu secara berkelanjutan.
“Kami menyampaikan terima kasih kepada tim asesor atas seluruh proses asesmen, masukan, dan rekomendasi yang telah diberikan. Insyaallah, seluruh rekomendasi tersebut akan kami tindak lanjuti sebagai bahan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus, khususnya untuk meningkatkan kualitas Program Studi Pendidikan Agama Islam dan Universitas Muhammadiyah Bima secara keseluruhan,” ujar Hajairin.
Ia menegaskan bahwa asesmen lapangan tidak boleh berhenti pada proses penilaian dan penetapan hasil akreditasi, tetapi harus diikuti langkah konkret dalam memperbaiki tata kelola, meningkatkan kualitas pembelajaran, memperkuat penelitian, dan mengembangkan pengabdian kepada masyarakat.
Komitmen tindak lanjut tersebut diharapkan menjadi bagian dari penguatan budaya mutu di lingkungan UM Bima. Dengan demikian, setiap rekomendasi asesor dapat diterjemahkan ke dalam program perbaikan yang terukur dan berkelanjutan. (ZR3)




.jpg)


Tidak ada komentar
Posting Komentar