• Walikota Bima Silaturahim Bersama Komponen Masyarakat Mpunda

    Walikota Bima HM Lutfi SE foto bersama Camat dan lurah sr Kecamatan Mpunda Kota Bima di aula Camat Mpunda, Rabu (21/11/2018).
    Kota Bima, Zona Rakyat.-Walikota Bima HM Lutfi SE melakukan kunjungan kerja sekaligus silaturahim dengan komponen masyarakat se–Kecamatan Mpunda Kota Bima
    di aula kantor Camat Mpunda.
    Kegiatan yang diikuti Lurah, Ketua RT/ RW, LPM, Karang Taruna, BKM, anggota Tim Penggerak PKK Kelurahan serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Mpunda Kota Bima, berlangsung Rabu (22/11/2018).
    Hadir pada pertemuan tersebut Kepala Dinas PUPR Kota Bima Muhammad Amin SSos, Plt Kepala Bappeda Kota Bima Ir Darwis, Kabag Kesra Setda Kota Bima Drs H Abdul Wahid, Camat Mpunda Arifin SSos, serta Kapolsek Rasanae Barat.
    Walikota Bima dalam arahannya mempertegas bahwa apa yang menjadi visi misi Walikota dan Wakil Walikota periode 2018 -2023 akan direalisasikan pada tahun 2019 mendatang. 
    Walikota juga menyampaikan beberapa hal diantaranya terkait pemberian insetif untuk ketua RT/ RW sebesar Rp 500.000 per bulan, pemberian kartu BPJS untuk seluruh warga Kota Bima, kenaikan insentif untuk marbot, kader Posyandu, guru mengaji dan TPQ, pemberian hadiah bagi kafilah MTQ berprestasi serta pemberian bantuan permodalan bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
    “Anggaran Kota Bima akan banyak dialokasikan untuk menata kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat," katanya.
    Dijelaskan Lutfi, tahun 2018 Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bima sebesar Rp 33 Miliar. Menurutnya, melihat nilai PAD yang relatif kecil, maka upaya optimalisasinya harus terus ditingkatkan bahkan harus mencapai Rp 50 Miliar.
    “Kenaikan PAD adalah tugas dan tanggung jawab Kepala OPD dan para Lurah. Jika anggaran daerah banyak, maka pemberian bantuan sosial kepada masyarakat dapat dioptimalkan,” kata Walikota.
    Selain itu, atensi lain Walikota adalah penanganan persampahan. Dimana masalah persampahan bukan hanya tanggungjawab pemerintah, melainkan tanggungjawab seluruh masyarakat. Untuk penanganan persampahan dengan perubahan sistem dengan membuat cluster-cluster. Di setiap RW ditunjuk satu orang yang dipercaya untuk mengelola sampah. 
    "Hasil retribusi sampah sebagian dialokasikan untuk membayar gaji pengelola sampah. Jika dikelola seperti ini masalah persampahan di Kota Bima akan tertangani dengan baik,” ungkapnya. 
    Lanjut Walikota sebagai bentuk keseriusan pemerintah mewujudkan Kota Bima Bersih dan Sehat, Pemerintah Kota Bima akan membeli mobil pengisap debu yang mampu membersihkan sampah dan debu di setiap ruas jalan di Kota Bima. 
    “Nanti mobil pengisap debu jalan ini akan menjadi satu-satunya di NTB”, ucapnya bangga.
    Mengakhiri arahannya Walikota mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan memegang teguh slogan Kota Bima “Maja Labo Dahu” yang tidak hanya sekedar menjadi slogan, tetapi memiliki nilai filosofi yang dalam yang perlu dijiwai oleh seluruh masyarakat Kota Bima. (ZR.03)