• Bawaslu Kota Bima Ikuti Halal Bi Halal Bersama Bawaslu NTB Secara Virtual

    Ketua Bawaslu Provinsi NTB bersama Kepala Sekretariat dan jajaran saat halal bi halal, Jumat (29/5/2020). 
    Kota Bima, Zona Rakyat.-Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin bersama Anggota Asrul Sani dan Idhar serta jajaran Sekretariat mengikuti Halal bi Halal yang digelar Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi NTB.

    Kegiatan tersebut dilaksanakan secara virtual melalui media dalam jaringan (Daring) video conference yang dipusatkan di aula Media Centre Bawaslu Provinsi NTB, Jumat (29/5/2020).

    Ketua dan Anggota Bawaslu NTB masing-masing Muhammad Khuwailid SAg MH, Itratip ST MT, Suhardi SIP MH, Umar Ahmad Seth SH MH, dr Hj Yuyun Nurul Azmi Spt MP dan Kepala Sekretariat Lalu Ahmad Yani SKM MKes dan seluruh staf Sekretariat Bawaslu NTB mengikuti kegiatan yang dimulai sekitar pukul 14.00 Wita. Selain itu hadir pula Ketua dan Anggota serta Kepala Sekretariat Bawaslu Kabupaten Kota se Nusa Tenggara Barat lainnya.

    Meski dilaksanakan melalui video conference mengingat pandemik covid 19, kegiatan itu berlangsung khikmat dalam suasana kekeluargaan.

    Pada kesempatan tersebut Ketua dan pimpinan Bawaslu serta Kepala Sekretariat Bawaslu NTB masing-masing secara langsung menyampaikan Selamat Idul Fitri 1441 H dan permohonan maaf yang tulus atas semua kesalahan, kekhilafan yang disengaja maupun tidak selama 1 tahun berinteraksi dalam satu keluarga besar Bawaslu khususnya di NTB.


    Ketua Bawaslu NTB Muhammad Khuwailid SAg MH dalam sambutannya menegaskan bahwa puasa merupakan momentum penting bagi umat Islam. Puasa telah membentuk dimensi Rububiyah dimana mampu mengatur rasa aman dan damai juga dimensi sosial melalui zakat fitrah. 
    "Zakat fitrah ini hanya ada dalam bulan Ramadhan dan tidak pernah ada pada bulan lainnya. Fitrah artinya kembali kepada sesuatu yg suci seperti bayi yg baru dilahirkan," jelasnya.
    Dijelaskan Khuwalid, tradisi Halal Bihalal seperti yang dilaksanakan ini dapat mengembalikan sesuatu yang telah membuat kita tidak dalam keadaan fitrah. Maka menjadi penting bahwa puasa memberi makna yang haqiqi akan fitrah sesungguhnya. 
    Dirinya berharap, makna fitrah yang dirasakan bersama ini menjadi spirit bagi kita sebagai bagian dari Badan Pengawas Pemilu dalam melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai lembaga. Mengemban amanah dengan pikiran yang bersih dan murni serta tunduk pada tujuan utamanya.
    Sementara Ketua Bawaslu Kota Bima Muhaemin usai halal bi halal, mengatakan meski halal bi halal dilakukan secara virtual, namun tidak mengurangi nilai dan makna silaturahmi sesungguhnya.
    "Justru dengan cara ini mampu lebih merekatkan hati kita. Semoga apa yang kita rasakan ini memberi energi positif khusuanya bagi sahabat-sahabat yang menghadapi Pilkada 9 Desember 2020 mendatang," harapnya. (ZR.03)