• Mastorat : Perang Ngali Miliki Nilai Juang Yang Sakral

    Mastorat SH MH salah seorang putra Ngali yang juga Akademisi STIH Muhammadiyah Bima

    Bima, Zona Rakyat.-
    Perang Ngali memiliki nilai juang yang sakral yang dapat dipetik maknanya bagi warga Ngali dimanapun berada. Mengingat peristiwa ratusan tahun lalu meletus atas kekuatan, semangat dan pengorbanan untuk menentang ketidakadilan penjajah di tanah Bima. Hal tersebut dikatakan salah seorang putra Ngali yang juga akademisi Mastorat SH MH menyikapi momen peringatan Perang Ngali yang diwarnai pawai akbar seluruh warga Ngali, Sabtu (20/2/2021).

    Akademisi STIH Muhammadiyah Bima ini mengungkapkan, memperingati 113 tahun perang Ngali ini bagi warga Ngali tidak saja memiliki nilai juang yang sakral tetapi juga pembelajaran yang harus terus disampaikan kepada masyarakat luas.

    Memperingati Perang Ngali ini sebagai kegiatan awal dalam mengungkapkan kebenaran sejarah terjadinya peperangan antara masyarakat Ngali di satu sisi dengan Kolonial Belanda disisi lain.

    Selain itu, juga meletakan dasar yang kuat untuk generasi kedepan mengenai asal permasalahan sehinga terjadinya peperangan. Menunjukan kepada generasi Ngali - Bima khususnya dan masyarakat Indonesia umumnya bahwa 350 tahun Belanda menjajah di Indonesia dari hulu sampai ke hilir masyarakatnya siap menumpahkan darahnya.


    Selain itu, kata Mastorat, memberikan fakta sejarah kepada masyarakat di luar Ngali bahwa masyarakat Ngali bukan penghianat tetapi pejuang yang ikut andil atau mengambil bahagian dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dalam mengusir penjajah. Bahkan Memperjelas situs sejarah yang terdapat dan masih kokoh keberadaannya di Desa Ngali seperti, kuburan Belanda, kuburan Bugis, dan kuburan Bari.

    "Dengan nila-nilai ini maka sangat penting bagi masyarakat untuk memperingati peristiwa yang terjadi 113 tahun yang lalu," terang akademisi ini.

    Disamping itu menurut putra Ngali ini, 113 tahun Perang Ngali menunjukan kepada anak bangsa bahwa masyarakat Ngali memiliki idealisme yang kuat dalam membela kebenaran dan kemerdekaan Indonesia. (ZR.04)