• Breaking News

    UM Bima Gelar Baitul Arqam, Diikuti 80 Dosen dan Tenaga Kependidikan untuk Perkuat Ideologi Muhammadiyah

    Foto kegiatan Baitul Arqam yang diikuti dosen dan tenaga kependidikan UM Bima.

    Kota Bima, Zona Rakyat.–
    Universitas Muhammadiyah Bima (UM Bima) menggelar kegiatan Baitul Arqam (BA) bagi dosen dan tenaga kependidikan pada 24–26 Juli 2026 di Kampus II UM Bima.

    Kegiatan yang mengusung tema "Meneguhkan Ideologi Memajukan Universitas Muhammadiyah Bima" tersebut diikuti oleh 82 peserta sebagai bagian dari upaya memperkuat ideologi Muhammadiyah, meningkatkan kualitas keislaman, serta membangun karakter sivitas akademika yang profesional dan berintegritas.

    Ketua Panitia, Kaharuddin, M.Pd.I, mengatakan Baitul Arqam merupakan agenda pembinaan yang berlangsung selama tiga hari dengan menghadirkan berbagai materi Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK), penguatan ideologi Muhammadiyah, serta pembinaan ibadah.

    "Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 Juli 2026, dan diikuti oleh 82 peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan UM Bima. Melalui Baitul Arqam ini diharapkan seluruh peserta semakin memahami serta mampu mengimplementasikan nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam pelaksanaan tugas di lingkungan universitas," jelas Kaharuddin.

    Rektor Universitas Muhammadiyah Bima, H. Ilyas Sarbini, S.H., M.H., menegaskan bahwa Baitul Arqam merupakan program pembinaan yang wajib dilaksanakan di seluruh Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah (PTMA) sesuai ketentuan dan kebijakan Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang mengabdi di lingkungan PTMA berkewajiban mengikuti Baitul Arqam sebagai bagian dari proses pembinaan ideologi, penguatan karakter, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia Muhammadiyah.

    "Baitul Arqam adalah kegiatan wajib bagi seluruh pekerja di Amal Usaha Muhammadiyah, termasuk di Perguruan Tinggi Muhammadiyah-'Aisyiyah. Pelaksanaannya merupakan amanat Persyarikatan Muhammadiyah yang harus dijalankan oleh setiap PTMA sebagai bagian dari pembinaan sumber daya manusia," tegasnya.

    Ia menjelaskan, melalui Baitul Arqam diharapkan seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki pemahaman yang utuh terhadap nilai-nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, sehingga mampu mengimplementasikannya dalam menjalankan tugas akademik, pengabdian kepada masyarakat, maupun kehidupan sehari-hari sebagai insan Muhammadiyah.

    Sementara itu, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UM Bima, Gufran Sanusi, S.Sos., M.H., M.Pd., menegaskan bahwa secara struktural Universitas Muhammadiyah Bima merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Persyarikatan Muhammadiyah. Karena itu, seluruh sumber daya manusia yang mengabdi di lingkungan kampus wajib tunduk pada aturan, nilai-nilai, dan kebijakan yang berlaku di Muhammadiyah.

    Menurutnya, Baitul Arqam menjadi momentum strategis untuk menanamkan sekaligus memperkuat ideologi Muhammadiyah kepada seluruh dosen dan tenaga kependidikan. Selain memperdalam pemahaman ideologi, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas keimanan, ibadah, serta kemampuan membaca Al-Qur'an sebagai bekal utama seorang kader Muhammadiyah.

    "Menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak cukup hanya memahami organisasi, tetapi juga harus mampu mengamalkan ajaran Islam dengan baik. Kader Muhammadiyah wajib bisa mengaji. Jika belum lancar, maka harus belajar secara bertahap hingga mampu membaca Al-Qur'an dengan baik. Baitul Arqam menjadi sarana untuk memperkuat iman, ibadah, sekaligus membangun karakter kader Muhammadiyah yang berkemajuan," ujar Gufran.

    Ia menambahkan, pemahaman ideologi Muhammadiyah harus tercermin dalam praktik kehidupan sehari-hari melalui kualitas ibadah, akhlak, kedisiplinan, serta etos kerja. Dengan demikian, seluruh sivitas akademika UM Bima diharapkan mampu menjadi sumber daya manusia yang unggul, profesional, dan berkarakter Islami dalam mengemban amanah Persyarikatan.

    Baitul Arqam merupakan salah satu program pembinaan rutin di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah - Aisyiyah yang bertujuan memperkuat ideologi, akhlak, serta komitmen seluruh sivitas akademika terhadap nilai-nilai Islam Berkemajuan.

    Melalui kegiatan ini, UM Bima berharap seluruh dosen dan tenaga kependidikan memiliki kesamaan visi dalam memajukan institusi sekaligus menjalankan amanah Persyarikatan Muhammadiyah, sehingga mampu mewujudkan Universitas Muhammadiyah Bima sebagai perguruan tinggi yang unggul, humanis, religius, dan berdaya saing.(ZR3)

    Tidak ada komentar